Area basah seperti kamar mandi, dapur, atau kolam renang membutuhkan perhatian khusus dalam hal keamanan lantai. Salah satu solusi terbaik adalah menggunakan keramik lantai anti slip yang dirancang untuk mengurangi risiko terpeleset, terutama saat permukaannya terkena air.
Namun, meski produk ini sangat efektif meningkatkan keselamatan, membersihkannya bisa menjadi tantangan tersendiri. Debu, sabun, atau lumut yang menempel sering kali membutuhkan perawatan ekstra agar tidak mengurangi performa anti slip-nya. Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana cara merawatnya tanpa mengurangi fungsinya?
Tenang, dengan pemilihan produk dan teknik perawatan yang tepat, lantai Anda akan tetap aman dan awet dalam waktu lama. Untuk hasil terbaik, pastikan Anda memilih keramik anti slip dari penyedia bahan bangunan berkualitas seperti Sorong Mandiri yang menjamin kualitas produknya.
Produk Kami:
Memahami Keramik Lantai Anti Slip
Ketika berbicara tentang keamanan di area basah, keramik anti slip menjadi solusi utama. Namun, apa sebenarnya yang membedakannya dengan keramik biasa? Mari kita bahas lebih dalam agar Anda bisa memilih produk yang tepat sesuai kebutuhan.
1. Definisi dan Karakteristik
Keramik anti slip didesain dengan permukaan bertekstur yang memberikan daya cengkeram lebih baik, sehingga mengurangi risiko terpeleset. Berbeda dengan keramik biasa yang cenderung licin, produk ini memiliki pola atau lapisan khusus yang membuatnya tetap aman meski terkena air atau minyak.
Karakteristik utamanya adalah kekasaran permukaan yang disesuaikan untuk kebutuhan tertentu, seperti kamar mandi, kolam renang, atau dapur komersial. Jadi, selain estetika, fungsinya benar-benar dirancang untuk keselamatan penggunanya.
2. Standar Kekesatan Keramik Anti Slip
Tidak semua keramik anti slip memiliki tingkat keamanan yang sama. Ada standar internasional seperti DIN 51130 (R9-R13) yang mengukur tingkat kekasarannya, di mana R9 cocok untuk area rumah tangga, sementara R13 lebih ideal untuk tempat industri.
Selain itu, ASTM C1028 mengukur koefisien gesek permukaan, di mana nilai ≥0,6 dianggap aman untuk area basah. Pastikan Anda memilih standar yang sesuai dengan lokasi pemasangan, semakin tinggi lalu lintasnya, semakin tinggi pula tingkat kekasaran yang dibutuhkan.
Jenis Material Keramik Anti Slip Terbaik

Memilih keramik lantai anti slip yang tepat tidak hanya tentang keamanan, tetapi juga kenyamanan dan estetika. Setiap material memiliki keunggulan berbeda, dan memahami karakteristiknya akan membantu Anda menentukan pilihan terbaik untuk kebutuhan rumah atau bisnis.
1. Keramik Granite Tile
Keramik jenis ini dikenal karena daya tahannya yang tinggi terhadap air, membuatnya sangat cocok untuk area basah seperti kamar mandi atau dapur. Permukaannya didesain dengan tingkat kekesatan optimal, sehingga mengurangi risiko terpeleset tanpa mengorbankan kemudahan perawatan.
Anda tidak perlu khawatir tentang noda membandel karena granite tile relatif mudah dibersihkan. Dengan tampilan yang mirip batu alam, material ini juga memberikan kesan mewah sekaligus fungsional.
2. Keramik Porcelain Anti Slip
Porcelain dikenal memiliki penyerapan air yang sangat rendah, sehingga sangat tahan terhadap kelembapan dan jamur. Keramik jenis ini juga memiliki ketahanan tinggi terhadap noda, menjadikannya pilihan ideal untuk area yang sering terkena tumpahan, seperti dapur atau restoran.
Keunggulan lainnya adalah variasi finishing yang tersedia, mulai dari permukaan matte hingga tekstur yang lebih kasar. Anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan keamanan dan gaya desain interior yang diinginkan.
3. Keramik Natural Stone
Jika Anda menginginkan tampilan alami dengan tekstur anti slip yang efektif, keramik berbahan natural stone bisa menjadi pilihan. Material ini memberikan daya cengkeram yang baik berkat permukaannya yang tidak rata secara alami.
Namun, perlu diperhatikan bahwa natural stone memiliki karakteristik penyerapan air yang lebih tinggi dibanding porcelain atau granite tile. Artinya, Anda mungkin membutuhkan perawatan ekstra seperti sealing rutin untuk menjaga keawetannya. Meski demikian, keindahan dan kesan alaminya sering kali sepadan dengan usaha perawatannya.
Baca juga: 5 Perawatan Lantai Marmer agar Mengkilap Seperti Baru
Teknik Pembersihan yang Tepat

Merawat keramik anti slip membutuhkan pendekatan khusus agar tekstur anti selipnya tetap terjaga. Jangan khawatir, dengan teknik yang tepat, lantai Anda akan selalu aman dan terlihat seperti baru dalam waktu lama. Berikut panduan lengkapnya untuk Anda.
1. Alat dan Bahan yang Aman
Pemilihan alat dan bahan pembersih sangat menentukan keawetan keramik lantai anti slip Anda. Gunakan sikat berbulu lembut untuk membersihkan kotoran tanpa merusak tekstur permukaan. Hindari sikat keras atau bahan abrasif yang bisa mengikis lapisan anti slip.
Untuk pembersih, pilihlah yang ber-pH netral karena bahan kimia terlalu keras bisa merusak permukaan keramik sekaligus menghilangkan sifat anti slip-nya. Selalu baca label kemasan sebelum membeli produk pembersih khusus lantai.
2. Metode Pembersihan Harian
Untuk perawatan sehari-hari, cukup sapu atau vacuum lantai terlebih dahulu untuk menghilangkan debu dan partikel kasar. Kemudian pel dengan air hangat yang dicampur sedikit deterjen lembut. Lakukan pembersihan ini 2-3 kali seminggu untuk area yang sering digunakan.
Jika menemukan noda ringan, segera bersihkan sebelum mengering. Gunakan teknik mengelap dengan gerakan memutar agar kotoran terangkat tanpa perlu menggosok terlalu keras yang bisa merusak tekstur permukaan.
3. Pembersihan Mendalam Berkala
Setiap 3-6 bulan, lakukan deep cleaning untuk menjaga performa anti slip. Buat larutan pembersih khusus keramik dengan perbandingan air dan vinegar 1:1, atau gunakan produk deep cleaning yang direkomendasikan.
Untuk noda membandel seperti kerak sabun atau lumut, diamkan larutan pembersih selama 5-10 menit sebelum disikat perlahan. Setelah dibersihkan, pastikan lantai dikeringkan sempurna dengan lap microfiber untuk mencegah tumbuhnya jamur di sela-sela tekstur keramik.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Merawat keramik lantai anti slip memang tidak sulit, tapi beberapa kesalahan kecil justru bisa mengurangi efektivitasnya. Yuk, simak kebiasaan yang harus Anda hindari agar lantai tetap aman dan awet!
1. Penggunaan Pembersih Asam Kuat
Bahan kimia keras seperti pemutih atau pembersih mengandung asam klorida bisa mengikis permukaan keramik. Tak hanya merusak tampilan, zat kimia kuat ini juga perlahan menghilangkan tekstur anti slip-nya. Sebaiknya pilih pembersih pH netral yang lebih ramah untuk lantai Anda.
2. Sikat Kawat atau Abrasif Berlebihan
Menggosok permukaan keramik dengan sikat kawat atau spons kasar mungkin terasa efektif membersihkan noda. Namun cara ini justru merusak tekstur anti slip secara permanen. Gunakan sikat nilon lembut atau lap microfiber untuk hasil terbaik tanpa risiko kerusakan.
3. Teknik Pembersihan yang Salah
Menyiram lantai langsung dengan air bertekanan tinggi atau mengelap dengan gerakan asal-asalan bisa menyebabkan kotoran justru masuk ke pori-pori keramik. Selalu gunakan teknik mengelap searah atau memutar perlahan untuk hasil maksimal.
4. Dampak Kerusakan pada Kekesatan
Kesalahan perawatan yang terus berulang akan mengurangi daya cengkeram lantai secara signifikan. Jika tekstur anti slip sudah mulai halus, risiko terpeleset pun meningkat. Lebih baik mencegah dengan perawatan tepat daripada harus mengganti keramik sebelum waktunya.
Rahasia Lantai Anti Slip yang Awet dan Aman
Merawat keramik lantai anti slip memang membutuhkan perhatian khusus, tetapi hasilnya sepadan dengan usaha yang Anda lakukan. Dengan memilih material yang tepat, menerapkan teknik pembersihan yang benar, serta menghindari kesalahan umum, lantai Anda akan tetap aman, nyaman, dan tahan lama.
Tak hanya melindungi keluarga dari risiko terpeleset, keramik yang terawat baik juga menjaga estetika ruangan tetap menarik. Untuk hasil terbaik, pastikan Anda selalu menggunakan bahan bangunan berkualitas dari sumber terpercaya. Kunjungi Sorong Mandiri Sejahtera untuk menemukan solusi lantai anti slip terbaik yang sesuai dengan kebutuhan Anda.